Nama : Dimas Pratama
NIP : 915120089
Mata kuliah : komunikasi organisasi kelompok
Nama dosen : Dra. Lidya Wati Evelina, M.M
topik yang diambil : Kepemimpinan
KEPEMIMPINAN DI DKI JAKARTA
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JL. Letjen S. Parman no 1
jakarta barat
2014
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 latar Belakang Masalah
Manusia
adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia
selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup
berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam
kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang
harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati dan menghargai.
Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap
insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social
manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya
manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk
memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola
diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan
masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin
dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Batas Pembahasan
Penulis melakukan studi literatur, termasuk analisa website browsing tanpa melakukan riset mendalam ataupun wawancara langsung kepada tokoh yang menjadi studi kasus disini, untuk menyelesaikan penulisan makalah ini.
BAB 2
LANDASAN TEORI
Untuk memberikan gambaran secara rinci tentang teori teori kepemimpinan,
berikut dikutipkan beberapa pendapat sebagai berikut:
2.1 Teori sifat (traits theory)
Teori ini mengajarkan bahwa kepemimpinan itu
memerlukan serangkaian sifat sifat, ciri ciri atau perangai tertentu yang
menjamin keberhasilan pada setiap situasi, seorang pemimpin akan berhasil
apabila ia memiliki sifat sifat, ciri ciri atau perangai tersebut. teori ini
bekesimpulan bahwa kepemimpinan “orang besar” didasarkan aras sifat sifat yang
dibawa sejak lahir, jadi merupakan suatu yang diwariskan.
2.2 Teori lingkungan (enviromental theory)
Teori ini berasumsi bahwa munculnya pemimpin – pemimpin itu merupakan dari
waktu, tempat dan kadaan atau situasi dan kondisi, situasi dan kondisi tertentu
melahirkan tantangan – tantangan tertentu, dan dengan sendirinya di perlukan
orang orang yang memiliki sifat – sifat atau ciri - ciri tertentu yang cocok.
2.3 Teori pribadi dan situasi (personal situational theory)
Teori ini berasumsi bahwa kepemimpinan merupakan produk dari terkaitnya tiga
faktor yaitu: 2. Perangai (sifat-sifat) pribadi dari kepemimpinan b. sifat dari
kelompok dan anggota anggotanya dan c. kejadian kejadian (atau masalah-masalah)
yang dihadapi oleh kelompok.
2.4 Teori interaksi dan harapan ( interectiobn - expection theory)
Teori ini berasumsi bahwa semakin terjadi interaksi dan partisipasi dalam
kegiatan bersama semakin meningkat perasaan saling menyukai atau menyenangi
satu sama lain dan semakin memperjelas pengertian atas norma norma kelompok.
BAB 3
ISI
3.1 Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh
oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya
mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan
adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan
pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang
ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
3.2 Ciri - ciri kepemimpinan
Ciri ciri kepemimpinan yang efektif di dalam organisasi
Indikator Positif:
- Kemampuan berorganisasi yang efektif dan manajemen
perencanaan/proaktif
- Kepemimpinan yang partisipatif dan supportif, kepemimpinan
tim yang proaktif
- Empowerment
dan delegasi
- Memperhatikan keadaan anggotanya dan kebutuhan serta
perkembangan stafnya
- Manajemen pendekatan terbuka dan personal/
pengambilan keputusan bersama
- Berkomunikasi dan berkonsultasi dengan semua pihak /
selalu menginformasikan keadaan ke segala pihak
Indikator Negatif:
- Tidak memperhatikan pendapat sekitar / gaya manajemen
otokratik yang tidak efektif
- Tidak memperhatikan orang lain, tidak melayani,
berperilaku mengintimidasi
- Mentolerir kinerja yang buruk dan standar yang rendah /
mengacuhkan dan menghindari
- Menyerahkan peran dan tanggungjawabnya ke orang lain
- Menolak ide-ide baru
3.3 Contoh Kasus
Dalam bab pembahasan ini akan di tampilkan beberapa artikel dari media online untuk menjabarkan suatu teori dan contohnya di indonesia.
3.4 Teori sifat
Teori ini mengajarkan bahwa kepemimpinan itu memerlukan serangkaian sifat sifat, ciri ciri atau perangai tertentu yang menjamin keberhasilan pada setiap situasi, seorang pemimpin akan berhasil apabila ia memiliki sifat sifat, ciri ciri atau perangai tersebut. pada kasus ini, pemulisan mau mengambil Ir. Basuki Tjahaja purnama. wakil gubernur DKI jakarta.
" Ahok terkesan lebih keras atau boleh disebut seperti preman. Ia sering meluapkan kekesalannya dan berbicara blak-blakan atau ceplas-ceplos tanpa pandang bulu. Walaupun dicap negatif namun gaya kepemimpinan ala Ahok ini diperlukan untuk menertibkan ibu kota yang sudah semrawut ini".
"Dalam salah satu wawancaranya, Ahok tak segan untuk menangkap dan memenjarakan para PKLyang ngotot berdagang di pinggir jalan sehingga mengakibatkan kemacetan. Meskipun dinilai mematikan usaha kecil, toh Pemprov DKI sudah menyediakan lokasi alternatif bagi para PKL dalam menjual barang dagangannya".
Berdasarkan artikel yang telah dikutip di atas di jelaskan teori sifat ini sesuai dengan gaya kepemimpinan wakil gubernur dki jakarta , yang kepemimpinannya keras tapi berjalan dengan damai dan lancar
3.5 Teori interaksi dan harapan ( interectiobn - expection theory)
Teori ini berasumsi bahwa semakin terjadi interaksi dan partisipasi dalam kegiatan bersama semakin meningkat perasaan saling menyukai atau menyenangi satu sama lain dan semakin memperjelas pengertian atas norma norma kelompok. pada kasus ini, pemulisan mau mengambil Ir. H. Joko widodo gubernur DKI jakarta.
"Jokowi lebih mengedepankan kemusyawarahan seperti gaya blusukan-nya untuk melihat langsung permasalahan yang ada, bukan hanya berdasarkan laporan-laporan dari stafnya".
"Gubernur DKI Jakarta ini melakukan musyawarah dengan mengajak warga Petukangan Selatan, kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, untuk duduk bersama sambil menikmati makan siang. Terkait dengan sengketa tanah dan ganti rugi lahan untuk proyek Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2), awalnya warga menolak nilai ganti rugi 3,5-8 juta rupiah per meter persegi yang ditetapkan pemerintah. Setelah diajak makan siang bersama, warga tersebut merasa dimanusiakan pemimpinnya sehingga terjadi sebuah persetujuan nilai ganti rugi tanpa perubahan apapun".
Berdasarkan artikel di atas, teori interaksi dan harapan ini sesuai dengan gaya kepemimpinannya gubernur DKI jakarta, kita tau teori ini ini menjelaskan semakin kita berinteraksi dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama semakin meningkat perasaan saling menyukai dan menyayangi, begitu juga dengan jokowi dia melakukan kegiatan langsung bekerja di lapangan,bermusyawarah dan langsung bertemu dengan warga warganya yang biasa kita sebut dengan Blusukan.
BAB 4
PENUTUPAN
4.1 kesimpulan
kesimpulan yang telah di kumpulkan, dapat kita simpulkan banyak pemimpin - pemimpin di indonesia yang baik sesuai dengan teori teori yang telah dibahas di atas. nama - nama pemimpin hebat itu seperti Ir. H. Joko widodo dan Ir. Basuki Tjahaja purnama adalah 2 sosok yang memegang peranan penting dalam memajukan DAN MEMBANGUN DKI jakarta walaupun di DKI jakarta sering mengalami permasalahan yang tiaada henting dalam menjadikan DKI jakarta ini menjadi Ibu kota yang baik.
4.2 Saran
Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri. kalo bisa kita harus bisa meniru sifat kepemimpinan seperti Ir. H. Joko widodo dan Ir. Basuki Tjahaja purnama.
DAFTAR PUSTAKA
Masmuh, Abdullah. 2008, komunikasi. Malang: Universitas tarumanagara
http://mygreenworld.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/12/16/kepemimpinan-yang-efektif-studi-kasus-sri-mulyani-indrawati/ Ciri - ciri kepemimpinan
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan Definisi kepemimpinan
http://hutantropis.com/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi
http://www.artikelcara.com/5484/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi/
http://ciricara.com/2013/12/06/gaya-kepemimpinan-jokowi-ahok-yang-berlawanan/ Gaya kepemimpinan jokowi dan ahok
http://mygreenworld.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/12/16/kepemimpinan-yang-efektif-studi-kasus-sri-mulyani-indrawati/ Ciri - ciri kepemimpinan
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan Definisi kepemimpinan
http://hutantropis.com/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi
http://www.artikelcara.com/5484/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi/
http://ciricara.com/2013/12/06/gaya-kepemimpinan-jokowi-ahok-yang-berlawanan/ Gaya kepemimpinan jokowi dan ahok
