Jumat, 06 Juni 2014

TUGAS KOK KEPEMIMPINAN DI DKI JAKARTA

kamis , 6 juni 2014

Nama : Dimas Pratama

NIP    : 915120089
Mata kuliah : komunikasi organisasi kelompok
Nama dosen : Dra. Lidya Wati Evelina, M.M

topik yang diambil : Kepemimpinan 




KEPEMIMPINAN DI DKI JAKARTA


UNIVERSITAS TARUMANAGARA 
JL. Letjen S. Parman no 1
jakarta barat 
2014






BAB 1
PENDAHULUAN 


1.1 latar Belakang Masalah 
      
      Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati dan menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan dan menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

1.2 Tujuan Penulisan 

     Membahas teori kepemimpinan, kepemimpinan yang efektif dan ciri-ciri dari kepemimpinan yang efektif, serta pembahasan studi kasus atas efektifitas kepemimpinan pejabat publik Negara Indonesia dan hal apa yang dapat dipelajari dan dianalisa dari kepemimpinannya dan situasi yang dihadapinya.


1.3 Batas Pembahasan

    Penulis melakukan studi literatur, termasuk analisa website browsing tanpa melakukan riset mendalam ataupun wawancara  langsung kepada tokoh yang menjadi studi kasus disini, untuk menyelesaikan penulisan makalah ini.




BAB 2
LANDASAN TEORI



Untuk memberikan gambaran secara rinci tentang teori teori kepemimpinan, berikut dikutipkan beberapa pendapat sebagai berikut:

2.1 Teori sifat (traits theory)



      Teori ini mengajarkan bahwa kepemimpinan itu memerlukan serangkaian sifat sifat, ciri ciri atau perangai tertentu yang menjamin keberhasilan pada setiap situasi, seorang pemimpin akan berhasil apabila ia memiliki sifat sifat, ciri ciri atau perangai tersebut. teori ini bekesimpulan bahwa kepemimpinan “orang besar” didasarkan aras sifat sifat yang dibawa sejak lahir, jadi merupakan suatu yang diwariskan.

2.2 Teori lingkungan (enviromental theory)

    Teori ini berasumsi bahwa munculnya pemimpin – pemimpin itu merupakan dari waktu, tempat dan kadaan atau situasi dan kondisi, situasi dan kondisi tertentu melahirkan tantangan – tantangan tertentu, dan dengan sendirinya di perlukan orang orang yang memiliki sifat – sifat atau ciri -  ciri tertentu yang cocok.

2.3 Teori pribadi dan situasi (personal situational theory)


    Teori ini berasumsi bahwa kepemimpinan merupakan produk dari terkaitnya tiga faktor yaitu: 2. Perangai (sifat-sifat) pribadi dari kepemimpinan b. sifat dari kelompok dan anggota anggotanya dan c. kejadian kejadian (atau masalah-masalah) yang dihadapi oleh kelompok.

2.4 Teori interaksi dan harapan ( interectiobn -  expection theory)


    Teori ini berasumsi bahwa semakin terjadi interaksi dan partisipasi dalam kegiatan bersama semakin meningkat perasaan saling menyukai atau menyenangi satu sama lain dan semakin memperjelas pengertian atas norma norma kelompok.



BAB 3
ISI


3.1 Definisi Kepemimpinan 

   Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

3.2 Ciri - ciri kepemimpinan

       Ciri ciri kepemimpinan yang efektif di dalam organisasi
Indikator Positif:
  • Kemampuan berorganisasi yang efektif dan manajemen perencanaan/proaktif
  • Kepemimpinan yang partisipatif dan supportif, kepemimpinan tim yang proaktif
  • Empowerment dan delegasi
  • Memperhatikan keadaan anggotanya dan kebutuhan serta perkembangan stafnya
  • Manajemen pendekatan terbuka dan  personal/ pengambilan keputusan bersama
  • Berkomunikasi dan berkonsultasi dengan semua pihak / selalu menginformasikan keadaan ke segala pihak
Indikator Negatif:
  • Tidak memperhatikan pendapat sekitar / gaya manajemen otokratik yang tidak efektif
  • Tidak memperhatikan orang lain, tidak melayani, berperilaku mengintimidasi
  • Mentolerir kinerja yang buruk dan standar yang rendah / mengacuhkan dan menghindari
  • Menyerahkan peran dan tanggungjawabnya ke orang lain
  • Menolak ide-ide baru
3.3 Contoh Kasus 

       Dalam bab pembahasan ini akan di tampilkan beberapa artikel dari media online untuk menjabarkan suatu teori dan contohnya di indonesia.

3.4 Teori sifat 

       Teori ini mengajarkan bahwa kepemimpinan itu memerlukan serangkaian sifat sifat, ciri ciri atau perangai tertentu yang menjamin keberhasilan pada setiap situasi, seorang pemimpin akan berhasil apabila ia memiliki sifat sifat, ciri ciri atau perangai tersebut. pada kasus ini, pemulisan mau mengambil Ir. Basuki Tjahaja purnama. wakil gubernur DKI jakarta. 

Ahok terkesan lebih keras atau boleh disebut seperti preman. Ia sering meluapkan kekesalannya dan berbicara blak-blakan atau ceplas-ceplos tanpa pandang bulu. Walaupun dicap negatif namun gaya kepemimpinan ala Ahok ini diperlukan untuk menertibkan ibu kota yang sudah semrawut ini".
"Dalam salah satu wawancaranya, Ahok tak segan untuk menangkap dan memenjarakan para PKLyang ngotot berdagang di pinggir jalan sehingga mengakibatkan kemacetan. Meskipun dinilai mematikan usaha kecil, toh Pemprov DKI sudah menyediakan lokasi alternatif bagi para PKL dalam menjual barang dagangannya".

    Berdasarkan artikel yang telah dikutip di atas di jelaskan teori sifat ini sesuai dengan gaya kepemimpinan wakil gubernur dki jakarta , yang kepemimpinannya keras tapi berjalan dengan damai dan lancar  
3.5 Teori interaksi dan harapan ( interectiobn -  expection theory)

    Teori ini berasumsi bahwa semakin terjadi interaksi dan partisipasi dalam kegiatan bersama semakin meningkat perasaan saling menyukai atau menyenangi satu sama lain dan semakin memperjelas pengertian atas norma norma kelompok. pada kasus ini, pemulisan mau mengambil Ir. H. Joko widodo gubernur DKI jakarta.

"Jokowi lebih mengedepankan kemusyawarahan seperti gaya blusukan-nya untuk melihat langsung permasalahan yang ada, bukan hanya berdasarkan laporan-laporan dari stafnya".
"Gubernur DKI Jakarta ini melakukan musyawarah dengan mengajak warga Petukangan Selatan, kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, untuk duduk bersama sambil menikmati makan siang. Terkait dengan sengketa tanah dan ganti rugi lahan untuk proyek Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2), awalnya warga menolak nilai ganti rugi 3,5-8 juta rupiah per meter persegi yang ditetapkan pemerintah. Setelah diajak makan siang bersama, warga tersebut merasa dimanusiakan pemimpinnya sehingga terjadi sebuah persetujuan nilai ganti rugi tanpa perubahan apapun".

        Berdasarkan artikel di atas, teori interaksi dan harapan ini sesuai dengan gaya kepemimpinannya gubernur DKI jakarta, kita tau teori ini ini menjelaskan semakin kita berinteraksi dan berpartisipasi dalam kegiatan bersama semakin meningkat perasaan saling menyukai dan menyayangi, begitu juga dengan jokowi dia melakukan kegiatan langsung bekerja di lapangan,bermusyawarah dan  langsung bertemu dengan warga warganya yang biasa kita sebut dengan Blusukan.



BAB 4
PENUTUPAN 

4.1 kesimpulan 

      kesimpulan yang telah di kumpulkan, dapat kita simpulkan banyak pemimpin - pemimpin di indonesia yang baik sesuai dengan teori teori yang telah dibahas di atas. nama - nama pemimpin hebat itu seperti Ir. H. Joko widodo dan Ir. Basuki Tjahaja purnama adalah 2 sosok yang memegang peranan penting dalam memajukan DAN MEMBANGUN DKI jakarta walaupun di DKI jakarta sering mengalami permasalahan yang tiaada henting dalam menjadikan DKI jakarta ini menjadi Ibu kota yang baik.

4.2 Saran

  Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri. kalo bisa kita harus bisa meniru sifat kepemimpinan seperti Ir. H. Joko widodo dan Ir. Basuki Tjahaja purnama.